Beranda > Disfungsi ereksi >

Gejala Disfungsi Seksual


Seorang pria dengan disfungsi ereksi (DE) memiliki masalah dalam mendapatkan ereksi atau kesulitan untuk mempertahankannya. Hal ini bisa mengganggu dalam aktifitas seksual. Disfungsi ereksi (DE) bisa terjadi secara tiba-tiba atau bertahap. Beberapa pria perlahan akan kehilangan keteguhan ereksi mereka atau berapa lama ereksi akan bertahan. Pada pria lain, terutama mereka yang mengalami gejala disfungsi ereksi (DE) sebagian besar disebabkan oleh faktor psikologis, masalahnya kemungkinan akan terjadi secara tidak terduga. Pria dengan disfungsi ereksi (DE) kemungkinan akan terus mengalami orgasme dan ejakulasi normal tanpa ereksi penuh. >>>jika belum jelas tentang gejala disfungsi ereksi [klik disini] <<<


 

 


Adapun Gejala Disfungsi Ereksi (DE) Dan Komplikasinya


1. Jika seorang pria tidak bisa mendapatkan atau mempertahankan ereksi, itu disebut disfungsi ereksi (DE) atau bisa disebut kesulitan ereksi. Seorang pria kadang-kadang mengalami ereksi (misalnya saat bangun pagi), tapi tidak bisa ereksi saat berhubungan seksual dengan pasangannya. Ini merupakan pertanda adanya masalah psikologis yang kemungkinan tidak ada hubungannya dengan hubungan itu. Namun, jika pria mengalami ereksi biasa dimasa lalu, tiba-tiba mulai mengalami masalah ereksi, ada kemungkinan itu adalah masalah saraf atau hormonal, masalah peredaran darah, atau efek alkohol, serta obta-obatan terlarang seperti narkoba.


2. Jika seorang pria masih mengalami ereksi tapi tidak sekuat atau tahan lama seperti dimasa lalu, kemungkinan besar masalah peredaran darah menyebabkan disfungsi. Jika operasi atau cedera dilibatkan, penderita kemungkinan sudah tahu apa yang menyebabkan disfungsi ereksi (DE). Sementara disfungsi ereksi (DE) pasti akan menyebabkan beberapa kecemasan, sangat penting bagi pennderita untuk menjaga hubungan mereka dengan pasangan atau sesering mungkin sampai solusi dapat ditemukan. >>>[klik disini untuk konsultasi] <<<


Tanda Dan Gejala Disfungsi Ereksi (DE)


Langkah pertama untuk mengetahui adanya disfungsi ereksi (DE) mencakup hal-hal berikut:


1. Riwayat hubungan seksual.

2. Permasalahan kesehatannya.

3. Riwayat psikososial (istilah yang digunakan untuk menggambarkan hubungan antara kondisi sosial seseorang dengan kesehatan mental atau emosionalnya).


Pemeriksaan fisik sangat diperlukan untuk setiap pasien, dengan menekankan sistem genitourinari (suatu sistem dimana terjadinya proses penyaringan darah sehingga darah bebas dari zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh dan menyerap zat-zat yang masih dipergunakan oleh tubuh), vaskular (sistem peredaran darah untuk mengobati penyakit tertentu seperti stroke dan aneurisme atau kondisi pelebaran pembuluh darah dan sering terjadi pada arteri), neurologis (sebuah spesialisasi dibidang kedokteran yang memiliki fokus pada oak dan sistem saraf). Pemeriksaannya akan terfokus memerlukan evaluasi sebagai berikut:


1. Tekanan darah.

2. Adanya sensasi.

3. Status genitalia dan prostat.

4. Ukuran dan tekstur testis.

5. Epidydimis dan vas deferens.

6. Kelainan pada penis (misalnya hirospadia atau kondisi dimana uretra tidak berada diposisi yang normal dan plak peyronie).


Terdapat korelasi kuat antara hioertensi dan disfungsi ereksi (DE). Ada juga korelasi antra hiperplsia prostat jinak dan disfungsi ereksi (DE), meskipun kausalitasnya tidak jelas. >>>tanya dokter [klik disini untuk konsultasi] <<<


Pentingnya Pengobatan Gejala Disfungsi Ereksi (DE)


Banyak sekali dari beberapa pasien yang menderita disfungsi ereksi (DE) dan saat mencari tempat pengobatan pasti pernah berfikir untuk mencoba membeli beberapa obat-obatan dan berharap agar proses penyembuhan dsifungsi ereksi (DE) yang sangat cepat. Tetapi sebenarnya ini adalah cara yang salah. Dan sebelum diketahui apa penyebabnya dari penyakit disfungsi ereksi (DE), jangan pernah sembarangan untuk menggunakan obat-obatan hanya karena untuk menunda-nunda waktu yang paling pas untuk melakukan pengobatan. Sehingga mengakibatkan penyakit disfungsi ereksi (DE) akan bertambah parah, dan telah melewatkan waktu yang tepat untuk melakukan pengobatan ereksi lemah. Cara terbaik untuk mencegah penyakit disfungsi ereksi (DE) adalah dengan mencari tahu apa penyebabnya. Dan lakukan pemeriksaan sesegera mungkin, lalu obati sesuai dengan disfungsi ereksi (DE) tersebut. Dengan begitu, Anda bisa sembuh dari penyakit disfungsi ereksi (DE) tersebut dengan cepat.


 

 

Klinik Apollo adalah spesialis penyakit kulit dan kelamin, yang sudah banyak pasien yang sukses dalam proses pengobatan dan penyembuhannya dalam berbagai penyakit kelamin. Karena ditangani langsung oleh dokter yang sudah ahli dan berpengalaman didalam bidangnya, serta didukung oleh alat-alat yang sudah canggih dan modern sehingga dapat memberikan pengobatan dengan hasil yang sangat memuaskan.


Konsultasikan diri Anda segera ke Klinik Apollo!!!


Tips: Untuk informasi lebih lanjut atau Anda memiliki pertanyaan lainnya, silahkan klik konsultasi online atau hubungi hotline kami di 0813-1518-6262. ahli professional untuk Anda.


DISCLAIMER : hasil dapat berbeda tergantung dari masing-masing individu

Pengobatan
Biaya
Konsultasi
Reservasi

Pertanyaan
Orkitis
Pengobatan Orkitis
Biaya Operasi Kulup
Penyebab Balanitis
Biaya Pengobatan Balanitis


Telepon

Konsultasi